blue_divider2

MERAWAT OTAK

Seperti yang telah diketahui secara luas, otak sangat penting peranannya bagi kelangsungan hidup kita. Otak merupakan pengendali segala aktivitas motorik yang dilakukan organ tubuh lainnya. Otak juga memindai  proses emosional yang dialami seseorang, merespon dan kemudian memberikan instruksi apa yang harus kita kerjakan.

Berikut ini gambaran fungsi otak manusia :

Otak kiri berfungsi untuk kemampuan analisa, matematika, bahasa, fakta, logika dan lirik dalam lagu. Sementara Otak kanan mengkoordinasi fungsi – fungsi, seperti : seni, irama dalam lagu, perasaan, visi, imajinasi.

Otak depan bertanggung jawab untuk pikiran – pikiran aktif, antisipasi, ekspresi dan pilihan – pilihan yang kita ambil. Otak Belakang membawahi data mentah, persepsi, impresif dan intuisi  ( bagian ini sering disebut sebagai alam bawah sadar). Sementara di antara keduanya terdapat sistem limbik yang sering disebut bagian sadar.

Sepanjang hidup, umumnya otak manusia hanya terpakai tak lebih 20 % dari keseluruhan semestinya. Selebihnya, hilang dan luruh begitu saja seiring dengan berjalannya waktu. Sayang sekali bukan ?

Seperti halnya organ tubuh yang lain, seiring dengan usia yang merangkak naik, otak kita akan mengalami beberapa penurunan fungsi. Gejala ini bisa dikenali antara lain dengan semakin seringnya intensitas kita lupa, sulit konsentrasi, kebingungan, dll. Semuanya bisa menjurus pada penyakit – penyakit penurunan fungsi otak seperti , stroke dan alzhemeir ( kepikunan ), dll. Na’udzu billah !

Namun, berita baiknya, otak juga bisa dirawat dengan latihan terus menerus. Otak yang terawat dan sering dilatih tidak akan aus bahkan bisa terus meregenarasi sel-sel baru, sehingga bisa responsif dan terus aktif. Kita bahkan bisa mengeksplor kemampuan otak yang 80 % lebih ( para ahli sering menyebutnya sebagai raksasa yang tidur ), yang tersembunyi pada bagian bawah sadar.

Berikut adalah tips untuk merawat otak anda tetap aktif :

  1. Banyak belajar,  aktif membaca, menulis dan melatih daya konsentrasi, senam otak.

Belajar terus kita lakukan hingga sampai akhir waktu kita.

  1. Binalah, hubungan yang harmonis dengan orang lain, terutama keluarga, tetangga.
  2. Jauhi ACD : Alcohol, Cigarette and Drugs!

Nah, tunggu apa lagi? Ayo rawat otak anda, hapily !

Sumber : Brain Gym, Paul Dennison, Phd, dan beberapa sumber lainnya.

Link : http://www.aritmatikaindonesia.com/

fungsi-otak-depan-dan-belakang1

PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ANOREXIA DAN BULIMIA

By LULU KURNIA at 30 Mar 2009

Anorexia dan Bulimia adalah jenis gangguan pada pola makan seseorang, dimana faktor utama penyebabnya adalah karena keinginan yang berlebihan untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal / langsing ( baca : kurus ). Gangguan ini banyak muncul pada wanita, biasanya di usia remaja dan berlanjut hingga dewasa. Rata – rata penderitanya adalah wanita dengan strata ekonomi sosial menengah ke atas.

Beberapa poin persamaan antara Anorexia dan Bulimia antara lain, adalah :

1. Gejala kehilangan kalori untuk metabolisme tubuh karena asupan makanan yang kurang

2. Kontrol berat badan super ketat

3. Lemah, lesu, Sulit Konsentrasi

4. Perasaan tidak berharga

5. Sensitif, mudah tersinggung

6. Depresi ( sedih terus menerus ), emosi tidak stabil

7. Cenderung Menutup Diri dari interaksi dengan orang lain

8. Selalu menyangkal kalau dirinya sudah kurus

9. Mencari kamuflase atas perilaku makannya

10. Bisa berujung pada kematian

Sementara itu, terdapat beda antara Anorexia dan Bulimia antara lain, adalah :


Anorexia

1. Menguruskan badan dengan cara diet ketat

2. Kehilangan selera makan

3. Melakukan olahraga atau aktivitas berlebihan untuk menghilangkan rasa lapar

4. Gangguan menstruasi


Bulimia

1. Memuntahkan makanan yang telah dimakan sampai tidak ada yang tersisa

2. Makan berlebihan makanan yang mereka sukai

3. Biasanya infeksi tenggorokan dan saluran pencernaan karena sering memuntahkan makanan


Penderita Anorexia dan Bulimia, untuk bisa lepas dari kelainan pola makan ini, harus sadar bahwa apa yang dilakukan itu bisa sangat berbahaya karena bisa berujung pada kematian dan punya keinginan kuat untuk kembali ke pola makan yang normal. Pengobatan awal biasanya dilakukan di rumah sakit dengan pemberian makanan lewat infus. Bila penderita sudah dianggap baik gizinya oleh dokter, baru dilakukan psikoterapi baik personal, keluarga atau kelompok. Bila tidak, pengobatan yang tidak tuntas seperti bahaya laten.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.